Tim AYO! terdiri dari empat sahabat yang bertemu lewat komunitas debat parlementer semasa menjadi mahasiswa. Ketika sedang minum teh di bulan Agustus 2008, mereka sama-sama teringat pengalaman berkesan ketika melakukan pelatihan debat untuk guru SMK dan mengorganisir kompetisi debat siswa siswi SMK. Terdorong oleh semangat untuk bekerja dan berkarya bersama anak muda, mereka sepakat untuk memulai serangkaian aktivitas yang kemudian dikenal dengan nama AYO! Project.
‘Kalau udah gede jadi apa ya?’
Maesy Angelina adalah anggota termuda tim AYO! saat ini. Meski demikian, kecintaannya menulis dan semangatnya terhadap isu anak muda membuat AYO mengukuhkan Maesy sebagai pilar ketertiban tim. Saat tidak sibuk membaca buku anak-anak yang penuh dengan sihir dan naga atau merancang perjalanan ke pulau-pulau indah, Maesy menyempatkan diri mengusung permasalahan anak muda, kesetaraan jender dan pembangunan di Indonesia dan Timor Leste dalam kapasitasnya sebagai Program Officer for Gender, Women and Development di salah satu lembaga pembangunan asal Belanda. Maesy akan membawa pengalamannya mendampingi berbagai inisiatif swadaya masyarakat, baik lokal maupun internasional kedalam berbagai kegiatan AYO!. Maesy juga memiliki daftar pengalaman yang panjang dengan anak muda, mulai dari pelatihan debat di kampus hingga membantu Depdiknas memilih wakil bangsa di kancah internasional. Sejak lahir 24 tahun yang lalu, Maesy secara konsisten membuat orang-orang di sekitarnya pusing dengan mengajukan pertanyaan yang sama setiap hari: “Kalau sudah besar gue jadi apa ya?”
‘Bali Ebat’
Sebagai seorang internal auditor di sebuah organisasi internasional yang berjuang untuk hak anak-anak, I Gusti Ngurah Wijayakusuma alias Teddy ‘Bali’ sama sekali tidak terlihat kaku. Alih-alih, Teddy lebih terlihat seperti peneliti lapangan yang (memang) gemar bermain futsal, Winning Eleven dan beternak lobster. Sebagaimana Maesy, Teddy yang saat ini berusia 28 tahun juga sangat tergugah untuk meningkatkan dukungan bagi pendidikan semua, khususnya bagi generasi kita (masih muda gak ya?). Pengalamannya memimpin berbagai aktivitas kemahasiswaan, kelihaian berdebat dan melatih yang telah membawa Teddy beserta anak didiknya meraih pengakuan nasional, dan keahlian audit yang telah membawanya ke berbagai negara tentu akan sangat bermanfaat bagi pengalaman teman-teman AYO!. Ingin melihat Teddy bersemedi? Belikan 1 set serial laga ’24′ yang terbaru dan dia akan menjadi Jack Bauer dengan seketika.
‘Sekretaris Jenderal PBB’
Sinta Satriana adalah anggota tim AYO! yang paling banyak punya pengalaman bekerja untuk United Nations (UN) alias PBB. Beberapa di antara aktivitasnya di UN terkait dengan pencaharian masyarakat dan kewirausahaan yang sangat relevan dengan misi AYO! untuk menumbuhkan semangat bisnis teman-teman semua. Tidak seperti rambutnya yang terlihat kaku dan rumit, Sinta adalah pribadi yang sangat fleksibel. Hal ini terbukti dari banyaknya jenis aktivitasnya, mulai dari menjadi peneliti lapangan bagi Bank Dunia, penerjemah, sampai menjadi media person untuk Komite Pemilihan Umum. Tentu akan menarik bagi teman-teman semua untuk belajar dari pengalaman Sinta selama 28 tahun usianya di berbagai sektor yang dia tekuni. Sinta juga akan menjadi sumber yang menyenangkan bagi siapa yang ingin bekerja sambil terus jalan-jalan. Saat ini Sinta sedang menyelesaikan tesisnya untuk Maastricht Graduate School of Governance di Belanda. Oh ya, saat ada Sinta dan Teddy dalam satu sesi, jangan membawa sedikitpun gosip selebriti ya, resikonya berat.
‘Bercahaya!’
Kalau kamu bertemu Ibnu Najib, kamu pasti akan terpesona dengan semangat dan energinya yang besar. Najib memang multi-tasker sejati. Selain menjadi salah satu staf peneliti muda berprestasi di Kementrian BUMN, Najib juga menjadi salah satu tokoh muda dalam kampanye mengatasi dampak pemanasan global di kawasan Asia bersama British Council. Jika sedang ada waktu senggang, Najib suka sekali menciptakan berbagai slogan-slogan penyemangat, yang paling terkenal adalah “Bercahaya!”. Penggemar teh berusia 27 tahun ini juga bercita-cita mendirikan kafe dengan nama ‘Keakraban’ suatu hari nanti. Di antara anggota Tim AYO!, Najib adalah orang yang paling rajin sekolah. Ia meraih gelar D3 Akuntansi di Sekolah Tinggi Akuntasi Negara, gelar S1 Manajemen di Universitas Indonesia, dan kini sedang mempelajari carbon management selama satu tahun di University of Edinburgh, Skotlandia, untuk gelar masternya.
Selain keempat orang ini, Tim AYO! juga dibantu oleh beberapa orang relawan untuk sesi-sesi tertentu. Bila kamu butuh informasi lebih lanjut atau tertarik jadi relawan, Tim AYO! dapat dihubungi dengan meninggalkan komentar pada blog ini.

Maesy!!!! You finally made AYO project! Impressive. I am insanely impressed by you, you amazing woman!!!!!
Can I do a session for AYO project once I’m back? Can I be part of the team????????
Hi Mel!
Of course we’d love to have you as a part of the team. Give us a call when you’re back in town!
Your enthusiasm is a fuel for the team.
Sinta,
Pa Kabar, ini Okti, maaf buat ayo team yg lain kalo OOT ya.
Gw minta alamat email dong….
Regards
okti
Hi Okti, email Sinta: sintasatriana@yahoo.com