Tag Archives: inspiring indonesians

Sesi Sabtu #3: 4P Bersama Pandji*

Sabtu, 30 Agustus 2008

Pandji Pragiwaksono

Pandji Pragiwaksono

Sabtu kali ini Tim AYO! berhasil mengundang seorang pembicara untuk berbagi pengalamannya sebagai wirausaha muda. Namanya Pandji Pragiwaksono, yang juga berprofesi sebagai presenter TV, penyiar radio, dan juga rapper. Walau jadwalnya pasti penuh sekali, Pandji langsung antusias ketika diminta Tim AYO! untuk datang ke SMK 32.

Menurut Pandji, ada 4 hal paling penting dalam menjadi wirausaha. Untuk memudahkan, ia menyebutnya rumus 4P. Rumus ini juga ia terapkan dalam bisnis yang ia rintis beberapa tahun yang lalu, sebuah distro baju basket di Bandung bernama REF! Basketball Clothing.

Sejak kecil, Pandji adalah fans berat olahraga basket. Hal ini tidak sulit dipercaya, sebab Pandji muncul di SMK 32 dengan T-shirt dan celana pendek lengkap dengan keringat sehabis main basket. Intinya, setelah bertahun-tahun, Pandji punya kecintaan dan semangat yang sangat besar terhadap olahraga ini. Inilah P yang pertama, yaitu passion.

Sebagai pemain basket sejati, tentunya Pandji juga tertarik dan membutuhkan kostum khusus basket untuk bermain di lapangan. Sayangnya, hanya sedikit sekali toko yang menjual kostum basket, biasanya merk besar berskala internasional seperti Nike dan Adidas. Sayangnya, harganya mahal sekali, ratusan ribu rupiah untuk sepotong T-shirt. Hal ini bisa disebut problem atau masalah, P yang kedua. Wirausaha yang baik tidak melulu melihat problem sebagai hal negatif. Seringkali, problem justru merupakan peluang usaha!

Hal ini yang dilihat Pandji, sehingga ia muncul dengan ide untuk memulai bisnis kostum basket. Harganya pasti akan jauh lebih terjangkau karena diproduksi oleh pengusaha Indonesia dan Pandji pun akan tahu apa yang disukai dan dibutuhkan anak-anak basket, karena ia sendiri punya passion yang sangat besar untuk olahraga ini! Inilah pentingnya passion, kamu jadi akan terus bersemangat untuk menindaklanjuti bisnis walaupun sedang mengalami kesulitan yang besar.

Selanjutnya, Pandji pun mencari orang-orang yang bisa diajak bekerja sama untuk memulai bisnis ini. Elemen ini adalah P yang ketiga, people. Kata Pandji, orang-orang yang cocok untuk diajak berwirausaha bersama adalah orang yang kamu percaya dan bisa diajak bekerja sama. Kalau yang dipilih adalah orang-orang dengan kemampuan tertentu, bisa jadi suatu saat kemampuan mereka tidak lagi relevan karena strategi bisnis akan terus berubah. Memulai sebuah bisnis adalah hal perjalanan yang panjang dan tidak mudah, jadi penting sekali untuk mempunyai mitra kerja yang bisa kamu andalkan. Oleh karena itu, Pandji mengajak empat orang terdekatnya untuk memulai bisnis ini.

P yang terakhir adalah process, atau proses dalam bahasa Indonesia. Tidak semua bisnis akan langsung melonjak dan menghasilkan keuntungan berlipat ganda. Yang terpenting adalah agar bisnis tersebut berkembang secara teratur, seiring dengan perkembangan kemampuan pengusahanya. REF! sendiri omzetnya jauh di bawah distro-distro lain di Bandung, tapi keuntungannya meningkat setiap tahun. Pandji dan timnya juga tidak buru-buru memutuskan untuk membuka cabang di kota lain untuk beberapa alasan. Mereka merasa belum maksimal mengembangkan toko di Bandung, kurang menguasai pasar di kota lain, dan setiap anggota tim sedang sibuk dengan karir masing-masing. Meski demikian, hal ini jelas berada dalam visi mereka untuk ditindaklanjuti di kemudian hari.

Ada lagi beberapa cerita yang di-share oleh Pandji. Pertama, modal ternyata bukan faktor besar untuk memulai bisnis. Asal kreatif, kamu bisa memotong banyak biaya. REF! sendiri tidak membuat iklan-iklan di media, tapi bisa memasarkan diri dengan membuka toko di gelanggang basket yang juga berfungsi sebagai tempat nongkrong sesudah atau sebelum main basket. Hasilnya, ada promosi mulut ke mulut!

Kedua, modal utama jadi wirausaha adalah hal-hal yang dipelajari di sekolah. Kebiasaan bangun pagi, membuat PR, dan belajar betul-betul melatih disiplin diri, hal yang sangat penting dimiliki oleh seorang wirausaha.

Terakhir, Pandji mengingatkan kita untuk tidak takut mencoba, apalagi karena kita masih muda dan butuh untuk belajar langsung dari pengalaman. Jadi, ayo jadi wirausaha muda!

* Special thanks to Pandji, yang menyempatkan diri untuk datang bahkan di saat re-launch album pertamanya dilangsungkan tepat keesokan harinya!

Sesi Sabtu #2: Mulai dari yang Kecil!

Sabtu, 23 Agustus 2008

Sesi-sesi awal kewirausahaan akan diisi dengan pembangunan motivasi dari teman-teman AYO!. Pada sesi kali ini, kita bersama-sama melihat kepada mereka yang berhasil meniti karir gemilangnya dari bawah. Teman-teman AYO! Dibagikan sebuah artikel yang menceritakan tentang Elang Gumilang, seorang wirausahawan muda yang memulai kiprah bisnisnya dari usaha-usaha kecil sampai menjadi seorang wirausahawan sukses di usia yang demikian muda.

Elang Gumilang

Elang Gumilang

Di usia 22 tahun ia berhasil membangun perumahan yang dikhususkan bagi mereka dari kalangan menengah ke bawah. Elang ini sungguh menakjubkan, ia telah memulai bisnis kecil-kecilan sejak di bangku SMA dimana ia bertekad untuk bisa membiayai kuliahnya sendiri tanpa membebani orang tua. Bebagai bidang bisnis pernah ia coba, mulai dari berjualan donat, sepatu, bohlam lampu, minyak goreng, sampai usaha yang lebih besar separti lembaga bahasa inggris hingga akhirnya developer rumah. Artikel tersebut juga menceritakan tentang kegagalan-kegagalan yang dialami Elang dan, yang terutama, bagaimana ia bertahan dan bangkit kembali.

Setelah membaca artikel tersebut teman-teman AYO! berdiskusi tentang apa saja hal-hal positif dari Elang Gumilang yang bisa diteladani. Banyak sekali hal-hal yang bisa dicontoh dari Elang, seperti keberaniannya untuk memulai, tekadnya yang kuat, kebiasaannya untuk selalu memperhatikan sekeliling dan jeli melihat peluang yang ada, sikapnya untuk tidak mundur saat kegagalan menimpa, dll. Satu hal lagi yang dipelajari oleh teman-teman AYO! adalah: mulailah dari yang kecil-kecil dulu. Elang memulai semuanya dari berjualan donat dari warung-ke warung untuk kemudian terus belajar dan menapak ke atas.

Selain artikel tentang Elang, teman-teman AYO! juga berdiskusi mengenai orang di sekitar mereka yang menginspirasi mereka untuk terus maju. Jafar, salah seorang teman AYO! bercerita tentang pamannya yang sekarang menjadi seorang manager di sebuah hotel besar di Saudi Arabia. Sang paman memulai karirnya di waku muda sebagai petugas kebersihan di hotel, perlahan naik sebagai pelayan restoran hotel, sampai akhirnya berhasil menjadi seorang manager. Satu keunggulan yang dimiliki sang paman adalah antusiasmenya untuk terus belajar dan kemampuan berkomunikasinya yang sangat baik. Dari cerita ini dan diskusi dengan teman-teman AYO! muncullah usulan untuk juga memberikan materi tentang cara-cara berkomunikasi yang efektif dalam sesi sesi berkutnya.

Tim AYO! senang sekali teman-teman AYO! sangat antusias dengan program ini bahkan memberikan usulan-usulan yang begitu berguna. Usulan tentang adanya sharing mengenai cara-cara berkomunikasi efektif diterima dengan bulat dan akan diagendakan dalam pertemuan-pertemuan berikut!