Monthly Archives: September 2008

Selamat Idul Fitri!

Tim AYO! mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan hari raya Idul Fitri bagi yang merayakan!

Bagi yang tidak merayakan atau yang tidak pulang kampung, Tim AYO! mengucapkan selamat libur dan menikmati hari-hari langka di mana Jakarta menjadi kota bebas macet!

Sesi Sabtu Libur Hinggal 18 Oktober 2008

Mengikuti jadwal libur Lebaran di SMK 32, Sesi Sabtu AYO! akan ikut libur dan baru akan kembali berjalan pada tanggal 18 Oktober 2008.

Teman-teman AYO! punya PR lho, yaitu menyiapkan yel-yel kelompok! Tim AYO! sendiri juga punya PR yang cukup banyak. Ada laporan sementara dan rencana sesi selama satu tahun untuk Ibu Elslie, Kepala Sekolah SMK 32, serta Direktorat Jenderal SMK di Departemen Pendidikan Nasional, juga penyempurnaan blog AYO!. Kita sama-sama kerjakan PR-nya ya!

Sesi Sabtu #6: Mencari Ide Bisnis

Sabtu, 20 September 2008

Peserta Sesi Sabtu kali ini mencapai 50 orang! Ini membuat tim AYO! benar-benar bersemangat untuk memulai sesi. Sesi hari ini ditujukan khusus untuk membiasakan teman-teman mencari ide bisnis. Hal ini juga ditujukan untuk menjawab tantangan terbesar yang sering dirasakan teman-teman dalam memulai bisnis: kesulitan mencari ide.

Intinya, ide bisnis adalah pemecahan dari masalah-masalah yang ada di sekitar. Banyak sekali masalah yang timbul di sekitar yang sebenarnya bisa diubah menjadi peluang bisnis. Saat berdiskusi, teman-teman AYO! mampu menyebutkan berbagai sumber munculnya ide bisnis. Mulai dari hobi/minat, keterampilan/pengalaman, media massa, pameran wirausaha, survey, hingga keluhan orang-orang di sekitar. Setelah sumber-sumber ide dibahas secara lebih mendalam, sebagai latihan awal setiap kelompok diminta mencari ide bisnis sebanyak-banyaknya. Hanya dalam waktu 10 menit, ada kelompok yang bisa muncul dengan 22 ide! Sesi kreativitas di pertemuan sabtu ke-4 cukup membantu teman-teman AYO! untuk bisa berpikir seliar-liarnya. Nah, tidak sesusah itu kan mencari ide?

Tugas selanjutnya lebih menantang. Setiap kelompok diminta untuk memilih tiga ide terbaik dan mempresentasikan ide tersebut beserta alasan dan proses pemilihanmya di depan kelas. Kemudian, teman-teman di kelompok lain atau dewan juri yang terdiri dari Pak Yana, pembina OSIS, dan dua siswa lainnya dipersilakan untuk mengajukan pertanyaan.

Proses bertanyanya seru lho! Pada umumnya, teman-teman mempertanyakan apakah ide yang diajukan realistis atau apakah itu cukup inovatif. Ada empat pertanyaan yang sering muncul:

  1. Apakah keunikan atau nilai tambah barang atau jasa yang ditawarkan?
  2. Apakah konsumen membutuhkan barang atau jasa tersebut? Bagaimana cara menarik konsumen?
  3. Seperti apa perencanaan keuangannya (modal, investor, perkiraan untung-rugi)?
  4. Siapa yang akan menjadi supplier/pemasok dan bagaimana sistem kerjanya?

Wah, pertanyaan-pertanyaan ini memang sulit dijawab dalam kerja kelompok yang hanya 20 menit. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul menunjukkan bahwa ada banyak sekali hal yang perlu dipertimbangkan sebelum akhirnya memilih ide untuk dijalankan. Hal ini tentunya akan dibahas lebih mendalam di Sesi-Sesi Sabtu berikutnya!

Aktif bertanya

Aktif bertanya

Pada akhirnya, dewan juri memilih dua pemenang berdasarkan keunikan ide dan presentasinya. Pemenang pertama adalah kelompok yang mempunyai ide untuk mengemas laptop dalam bentuk-bentuk baru. Selama ini laptop hanya berbentuk persegi panjang, pasti akan lebih seru dan menarik bila ada berbagai bentuk, misalnya bulat atau zig zag. Kelompok lain juga sangat kreatif dalam menawarkan idenya walaupun waktu diskusinya cukup singkat, misalnya ada yang hendak membuka toko aksesoris unik yang digabung dengan kafe remaja, ada pula yang menawarkan distro kreatif, dan lain-lain.

Untuk Tim AYO! sendiri, sebetulnya semua kelompok tampil dengan memuaskan hari ini. Dari yang awalnya malu-malu dan susah sekali untuk bicara di depan umum, teman-teman AYO! sekarang aktif mengajukan pertanyaan ke kelompok lain dan tampil percaya diri ketika melakukan presentasi. Yang awalnya kebingungan dan buntu mencari ide, sekarang sudah terlatih untuk menemukan ide.

Di akhir sesi, teman-teman AYO! diajak untuk mengingat bahwa ide bisnis, walaupun merupakan prasyarat, masih harus dikembangkan dengan memperhatikan faktor-faktor lain sebelum diputuskan untuk benar-benar dijalankan. Misalnya, apakah ide yang baik juga merupakan peluang bisnis yang baik? Sumber-sumber daya apa yang diperlukan untuk menjamin suksesnya pelaksanaan ide tersebut? Pengembangan ini akan banyak dibahas di sesi-sesi berikutnya.

Tim AYO! jadi tidak sabar untuk melanjutkan ke sesi berikutnya! :)

Helpful Handouts#2 : Burger Feedback

Apa?

Feedback, atau umpan balik dalam Bahasa Indonesia, adalah tanggapan membangun yang diberikan terhadap seseorang, baik untuk hasil kerjanya, pendapatnya, atau terkadang perilakunya. Burger feedback adalah metode untuk memberikan feedback.

Bagaimana?

Burger terdiri dari tiga lapis. Roti di bawah, daging dan sayur di tengah, dan roti lagi di atas. Feedback pun diberikan dengan cara dan urutan yang sama. Roti dalam hal ini adalah hal positif sedangkan sayur dan daging atau isi burger adalah kritik membangun. Jadi, feedback diawali dengan mengomentari hal positif dari orang tersebut, dilanjutkan dengan kritik membangun atau hal-hal yang dapat diperbaiki, dan diakhiri dengan hal positif lain.

Mengapa?

Setiap orang memang harus bisa menerima kritik, namun semua pemberi kritik pun bertanggungjawab untuk menyampaikannya dengan cara yang memberi semangat. Ingat, setiap orang mencurahkan tenaga dan kerja keras untuk bisa berpendapat atau menghasilkan sesuatu dan hal ini harus dihargai oleh kita. Lagipula, kita sendiri juga pasti akan lebih senang menerima kritik yang disampaikan dengan cara ini!

*Burger Feedback dibahas pada Sesi Sabtu #6 tanggal 20 September 2008.

Sesi Sabtu #5: Kilas Balik dan Melihat ke Depan

Sabtu, 13 September 2008

Dikarenakan ada beberapa teman AYO! yang berhalangan untuk secara konsisten hadir di beberapa sesi sebelumnya, sesi sabtu kali ini diisi dengan melihat kembali apa-apa yang terjadi di sesi-sesi sebelumnya. Sesi dimulai dengan diskusi dan kilas balik hal-hal berguna yang disampaikan Pandji, cerita Elang Gumilang yang inspirational, hebohnya penjualan sisir untuk biksu Shaolin, dan lain lain.

Selain itu, setelah berbagai masukan diberikan oleh teman-teman AYO!, tim AYO! mempresentasikan dengan lebih detail apa-apa yang akan menjadi fokus dari AYO! project di SMK 32 ini ke depannya. Disampaikan di sini, kewirausahaan dan komunikasi akan menjadi fokus utama kegiatan yang disertai pula dengan information sharing mengenai kesempatan-kesempatan yang berguna bagi teman-teman AYO! untuk mengembangkan dirinya, misalnya, beasiswa, lomba, kompetisi dan acara-acara lain untuk anak muda. Dalam sesi kali ini juga dilakukan pengorganisasian teman-teman AYO! yaitu dengan pembentukan kelompok-kelompok tetap kewirausahaan serta penunjukan kordinator-koordinator kelas AYO! project.

Selain hal-hal serius, seperti biasa kali inipun ada permainan seru. Karena kali ini pertemuannya juga bersifat refreshing, permainannya pun yang penting heboh. Maka kita bermain charade, Itu lho, permainan di mana satu orang memperagakan gaya tanpa kata-kata dan yang lain mencoba menebak apa yang dimaksud. Teman-teman AYO! pun heboh dan cukup bersenang-senang. Pemenang permainan ini mendapatkan hadiah DVD The Freedom Writers.

The Freedom Writers

The Freedom Writers

Cerita tentang Erin Gruwell, seorang guru yang sungguh menakjubkan dan begitu inspirasional, yang membawa murid-muridnya dari remaja yang suram menjadi remaja penuh semangat dan termotivasi.

Setelah empat pertemuan dilakukan dalam AYO! project, sesi hari ini intinya berisikan kilas balik serta pengorganisasian yang diharapkan bisa menghasilkan sesi-sesi ke depan yang lebih efektif dan, tentunya, lebih heboh lagi!

Wish us luck, guys!


Helpful Handouts #1: Brainstorming

Apa?

Brainstorming atau curah pendapat adalah metode untuk mencari ide sebanyak-banyaknya dalam sebuah kelompok.

Bagaimana?

  1. Setiap orang menuliskan semua ide yang terpikir di kepalanya secara terpisah.
  2. Tidak perlu membatasi ide – segila apa pun ditulis saja!
  3. Setiap orang dilarang mengomentari atau menilai ide orang lain.
  4. Lakukan dalam waktu terbatas, misalnya lima menit.

Di akhir waktu yang ditetapkan, akan ada banyak ide yang terkumpul. Diskusi berikutnya akan membahas ide-ide tersebut dan memilih ide yang terbaik.

Mengapa?

- Brainstorming cocok dipakai untuk mengatasi kebuntuan yang sering dirasakan ketika diskusi bersama untuk mencari ide.

- Teknik ini juga bisa membuat orang yang malu-malu dalam mengutarakan pendapat lebih nyaman untuk berpikir dan berbagi ide karena tidak langsung dinilai baik atau buruk.

*Brainstorming dibahas pada Sesi Sabtu #4 tanggal 6 September 2008 dan Sesi Sabtu #6 tanggal 20 September 2008.

Sesi Sabtu #4: Menjadi Biro Iklan

Sabtu, 6 September 2008

Hari ini, Tim AYO! berperan sebagai pengusaha yang mencari jasa biro periklanan dan teman-teman AYO! dibagi ke dua kelompok yang akan menjadi biro iklan yang bersangkutan. Produk yang ingin dipasarkan sendiri tidak aneh, hanya sisir dan pembalut. Yang istimewa adalah sasaran penjualannya. Pengusaha ini ingin menjual sisir ke pendeta shaolin dan pembalut ke laki-laki!

Awalnya, teman-teman AYO! bingung bagaimana mencari ide untuk tugas aneh ini. Akhirnya, Najib memberi tips untuk melakukan brainstorming atau curah pendapat. Caranya, setiap anggota kelompok menulis semua ide yang terlewat di otak mereka tanpa sensor sama sekali selama lima menit. Ide seliar apa pun diterima tanpa komentar yang lain. Sesudah selesai, baru kemudian ide-ide ini dibahas dan dipilih yang terbaik. Sepertinya tips ini berhasil, karena gerutu-gerutu frustrasi yang terdengar di awal beralih menjadi obrolan seru.

Kedua biro iklan kemudian memperagakan hasil kerjanya. Biro A memutuskan untuk sedikit memodifikasi sisir agar dapat memperlambat tumbuhnya rambut dan mempromosikannya ke biksu-biksu shaolin secara door-to-door alias berkunjung dari kuil ke kuil, karena biksu umumnya jarang sekali nonton TV, baca majalah, atau dengar radio. Good thinking, guys!

Teman-teman di Biro B menunjukkan bakat aktingnya dengan memperagakan iklan TV yang memasarkan pembalut kepada laki-laki sebagai penyerap berdaya serap tinggi serba guna: untuk luka, layar laptop, sampai tumpahan minuman di lantai! Tentunya, pembalut itu dikemas ulang dengan kemasan yang lebih netral sehingga konsumen tidak malu menggunakannya. Ketika ditanya, teman-teman laki-laki yang hadir bilang mereka cukup tertarik membeli produk ini kalau ada di pasaran. Artinya, teman-teman di Biro B sukses!

Ada dua hal yang ingin disampaikan Tim AYO! dari latihan ini. Pertama, benda biasa yang sudah ada sehari-hari bisa jadi peluang bisnis menarik bila diletakkan dalam konteks atau sasaran pasar yang berbeda (tapi mungkin tidak seekstrim contoh yang digunakan ya…). Kedua, jadi kreatif tidak sesulit itu kok! Asal mau berpikir keras dan tahu teknik brainstorming, hal yang dirasa tidak mungkin pun bisa jadi mungkin.

Sesi Sabtu #3: 4P Bersama Pandji*

Sabtu, 30 Agustus 2008

Pandji Pragiwaksono

Pandji Pragiwaksono

Sabtu kali ini Tim AYO! berhasil mengundang seorang pembicara untuk berbagi pengalamannya sebagai wirausaha muda. Namanya Pandji Pragiwaksono, yang juga berprofesi sebagai presenter TV, penyiar radio, dan juga rapper. Walau jadwalnya pasti penuh sekali, Pandji langsung antusias ketika diminta Tim AYO! untuk datang ke SMK 32.

Menurut Pandji, ada 4 hal paling penting dalam menjadi wirausaha. Untuk memudahkan, ia menyebutnya rumus 4P. Rumus ini juga ia terapkan dalam bisnis yang ia rintis beberapa tahun yang lalu, sebuah distro baju basket di Bandung bernama REF! Basketball Clothing.

Sejak kecil, Pandji adalah fans berat olahraga basket. Hal ini tidak sulit dipercaya, sebab Pandji muncul di SMK 32 dengan T-shirt dan celana pendek lengkap dengan keringat sehabis main basket. Intinya, setelah bertahun-tahun, Pandji punya kecintaan dan semangat yang sangat besar terhadap olahraga ini. Inilah P yang pertama, yaitu passion.

Sebagai pemain basket sejati, tentunya Pandji juga tertarik dan membutuhkan kostum khusus basket untuk bermain di lapangan. Sayangnya, hanya sedikit sekali toko yang menjual kostum basket, biasanya merk besar berskala internasional seperti Nike dan Adidas. Sayangnya, harganya mahal sekali, ratusan ribu rupiah untuk sepotong T-shirt. Hal ini bisa disebut problem atau masalah, P yang kedua. Wirausaha yang baik tidak melulu melihat problem sebagai hal negatif. Seringkali, problem justru merupakan peluang usaha!

Hal ini yang dilihat Pandji, sehingga ia muncul dengan ide untuk memulai bisnis kostum basket. Harganya pasti akan jauh lebih terjangkau karena diproduksi oleh pengusaha Indonesia dan Pandji pun akan tahu apa yang disukai dan dibutuhkan anak-anak basket, karena ia sendiri punya passion yang sangat besar untuk olahraga ini! Inilah pentingnya passion, kamu jadi akan terus bersemangat untuk menindaklanjuti bisnis walaupun sedang mengalami kesulitan yang besar.

Selanjutnya, Pandji pun mencari orang-orang yang bisa diajak bekerja sama untuk memulai bisnis ini. Elemen ini adalah P yang ketiga, people. Kata Pandji, orang-orang yang cocok untuk diajak berwirausaha bersama adalah orang yang kamu percaya dan bisa diajak bekerja sama. Kalau yang dipilih adalah orang-orang dengan kemampuan tertentu, bisa jadi suatu saat kemampuan mereka tidak lagi relevan karena strategi bisnis akan terus berubah. Memulai sebuah bisnis adalah hal perjalanan yang panjang dan tidak mudah, jadi penting sekali untuk mempunyai mitra kerja yang bisa kamu andalkan. Oleh karena itu, Pandji mengajak empat orang terdekatnya untuk memulai bisnis ini.

P yang terakhir adalah process, atau proses dalam bahasa Indonesia. Tidak semua bisnis akan langsung melonjak dan menghasilkan keuntungan berlipat ganda. Yang terpenting adalah agar bisnis tersebut berkembang secara teratur, seiring dengan perkembangan kemampuan pengusahanya. REF! sendiri omzetnya jauh di bawah distro-distro lain di Bandung, tapi keuntungannya meningkat setiap tahun. Pandji dan timnya juga tidak buru-buru memutuskan untuk membuka cabang di kota lain untuk beberapa alasan. Mereka merasa belum maksimal mengembangkan toko di Bandung, kurang menguasai pasar di kota lain, dan setiap anggota tim sedang sibuk dengan karir masing-masing. Meski demikian, hal ini jelas berada dalam visi mereka untuk ditindaklanjuti di kemudian hari.

Ada lagi beberapa cerita yang di-share oleh Pandji. Pertama, modal ternyata bukan faktor besar untuk memulai bisnis. Asal kreatif, kamu bisa memotong banyak biaya. REF! sendiri tidak membuat iklan-iklan di media, tapi bisa memasarkan diri dengan membuka toko di gelanggang basket yang juga berfungsi sebagai tempat nongkrong sesudah atau sebelum main basket. Hasilnya, ada promosi mulut ke mulut!

Kedua, modal utama jadi wirausaha adalah hal-hal yang dipelajari di sekolah. Kebiasaan bangun pagi, membuat PR, dan belajar betul-betul melatih disiplin diri, hal yang sangat penting dimiliki oleh seorang wirausaha.

Terakhir, Pandji mengingatkan kita untuk tidak takut mencoba, apalagi karena kita masih muda dan butuh untuk belajar langsung dari pengalaman. Jadi, ayo jadi wirausaha muda!

* Special thanks to Pandji, yang menyempatkan diri untuk datang bahkan di saat re-launch album pertamanya dilangsungkan tepat keesokan harinya!

Sesi Sabtu #2: Mulai dari yang Kecil!

Sabtu, 23 Agustus 2008

Sesi-sesi awal kewirausahaan akan diisi dengan pembangunan motivasi dari teman-teman AYO!. Pada sesi kali ini, kita bersama-sama melihat kepada mereka yang berhasil meniti karir gemilangnya dari bawah. Teman-teman AYO! Dibagikan sebuah artikel yang menceritakan tentang Elang Gumilang, seorang wirausahawan muda yang memulai kiprah bisnisnya dari usaha-usaha kecil sampai menjadi seorang wirausahawan sukses di usia yang demikian muda.

Elang Gumilang

Elang Gumilang

Di usia 22 tahun ia berhasil membangun perumahan yang dikhususkan bagi mereka dari kalangan menengah ke bawah. Elang ini sungguh menakjubkan, ia telah memulai bisnis kecil-kecilan sejak di bangku SMA dimana ia bertekad untuk bisa membiayai kuliahnya sendiri tanpa membebani orang tua. Bebagai bidang bisnis pernah ia coba, mulai dari berjualan donat, sepatu, bohlam lampu, minyak goreng, sampai usaha yang lebih besar separti lembaga bahasa inggris hingga akhirnya developer rumah. Artikel tersebut juga menceritakan tentang kegagalan-kegagalan yang dialami Elang dan, yang terutama, bagaimana ia bertahan dan bangkit kembali.

Setelah membaca artikel tersebut teman-teman AYO! berdiskusi tentang apa saja hal-hal positif dari Elang Gumilang yang bisa diteladani. Banyak sekali hal-hal yang bisa dicontoh dari Elang, seperti keberaniannya untuk memulai, tekadnya yang kuat, kebiasaannya untuk selalu memperhatikan sekeliling dan jeli melihat peluang yang ada, sikapnya untuk tidak mundur saat kegagalan menimpa, dll. Satu hal lagi yang dipelajari oleh teman-teman AYO! adalah: mulailah dari yang kecil-kecil dulu. Elang memulai semuanya dari berjualan donat dari warung-ke warung untuk kemudian terus belajar dan menapak ke atas.

Selain artikel tentang Elang, teman-teman AYO! juga berdiskusi mengenai orang di sekitar mereka yang menginspirasi mereka untuk terus maju. Jafar, salah seorang teman AYO! bercerita tentang pamannya yang sekarang menjadi seorang manager di sebuah hotel besar di Saudi Arabia. Sang paman memulai karirnya di waku muda sebagai petugas kebersihan di hotel, perlahan naik sebagai pelayan restoran hotel, sampai akhirnya berhasil menjadi seorang manager. Satu keunggulan yang dimiliki sang paman adalah antusiasmenya untuk terus belajar dan kemampuan berkomunikasinya yang sangat baik. Dari cerita ini dan diskusi dengan teman-teman AYO! muncullah usulan untuk juga memberikan materi tentang cara-cara berkomunikasi yang efektif dalam sesi sesi berkutnya.

Tim AYO! senang sekali teman-teman AYO! sangat antusias dengan program ini bahkan memberikan usulan-usulan yang begitu berguna. Usulan tentang adanya sharing mengenai cara-cara berkomunikasi efektif diterima dengan bulat dan akan diagendakan dalam pertemuan-pertemuan berikut!

Sesi Sabtu #1: Cita-Cita!

Sabtu, 16 Agustus 2008

Ini adalah pertama kalinya 40 teman-teman AYO! dari SMK 32 Jakarta bertemu dengan tim AYO! Untuk memecah kecanggungan, sesi dimulai dengan permainan-permainan. Ruang aula yang luas dibagi menjadi 3 bagian. Tim AYO akan mengajukan pertanyaan dengan 3 pilihan jawaban, sementara teman-teman AYO! harus berdiri di bagian aula yang mewakili jawaban mereka. Untuk menjamin kehebohan permainan ini, pertanyaan pertama berkaitan dengan gosip selebriti (hahaha ;D curang ya?). Barang siapa yang membela Maia Estianty berdiri di kanan aula, yang membela Ahmad Dhani di kiri aula, dan yang tidak perduli berdiri di tengah-tengah. Teman-teman AYO! pun mulai ribut berlari kesana kemari menentukan pilihan mereka. Mereka tidak hanya diwajibkan berdiri di tempat jawaban namun juga menjelaskan mengapa itu menjadi pilihan mereka. Permainan dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang pilihan-pilihan setelah lulus dari SMK. Kuliah, Bekerja, berwirausaha, dan sebagainya. Walaupun banyak teman-teman AYO! masih malu-malu untuk berbicara mengemukakan pendapat, kehebohan dan kelucuan yang diciptakan dari permainan ini cukup dapat mencairkan suasana.

Setelah itu sesi dilanjutkan dengan kerja kelompok. Teman-teman AYO! di bagi dalam kelompok-kelompok untuk berdiskusi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Apakah cita-cita dari masing-masing teman AYO! ?
  2. Apa yang selama ini telah dilakukan untuk mencapai cita-cita tersebut?
  3. Apa hambatan-hambatan yang ditemui? dan,
  4. Apa yang sudah dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut?

Sesudah diskusi kelompok selesai, perwakilan dari setiap kelompok mempresentasikan cita-cita masing-masing anggota kelompoknya di depan semua yang hadir untuk kemudian didiskusikan bersama-sama. Ternyata banyak dari teman-teman AYO! yang bercita-cita untuk menjadi seorang wirausahawan, seperti memiliki sebuah bakeri, butik, ataupun mengelola hotel. Banyak pula yang ingin berwirausaha namun belum tahu wirausaha apa yang bisa mereka lakukan. Ada juga yang bercita-cita untuk bekerja di restaurant ataupun hotel besar, dan mereka pun pada suatu titik ingin memiliki restoran atau hotel mereka sendiri. Hambatan yang dirasakan sebagian besar berkaitan dengan kurangnya pengetahuan tentang cara berwirausaha, cara mendapatkan modal, cara pemasaran, dan sebagainya. Hambatan-hambatan pun didiskusikan bersama-sama untuk kemudian teman-teman AYO! saling meyakinkan bahwa semua hambatan pada dasarnya pasti bisa ditanggulangi!

Sesi pertama ini bertujuan selain untuk perkenalan, juga untuk memetakan minat dari teman-teman AYO!. Minat-minat tersebut akan secara signifikan menentukan arah dari AYO! project di SMK32 ini. Dari diskusi kelompok tadi, tim AYO! merasa mantap untuk bersama teman-teman AYO! memperdalam pengetahuan dan kemampuan kewirausahaan dalam pertemuan-pertemuan berikutnya.

Pada sesi pertama ini, teman AYO! yang terheboh mendapatkan hadiah sebuah buku album foto yang dibuat anak-anak Aceh korban tsunami yang tinggal di panti-panti asuhan di Aceh. Suatu gambaran tentang semangat yang terus terjaga dalam kondisi terburuk sekalipun. Semoga semangat ini bisa pula selalu dimiliki oleh teman-teman AYO!