STOP PRESS: AYO! Project akan Menjadi Eksul di SMK 32!

Yap, setelah AYO! Project berlangsung selama 3 bulan, pihak SMK 32 dan Tim AYO! memutuskan untuk menjadikan AYO! Project sebagai kegiatan ekstra kurikuler kewirausahaan.


dscn7349

 

Apa bedanya eksul kewirausahaan dengan AYO! Project saat ini?

       Teman-teman akan belajar berorganisasi juga, karena ekskul ini akan membutuhkan susunan pengurus

      Anggota ekskul akan juga belajar menjadi pelatih dan fasilitator untuk generasi peserta ekskul ini di tahun ajaran berikutnya

      Partisipasi teman-teman akan mendapat nilai di rapor pada saat kenaikan kelas

      Kemungkinan untuk berinteraksi dengan komunitas wirausaha muda lain dan berpartisipasi dalam kegiatan mereka menjadi lebih besar

       Yang terpenting, walaupun suatu saat nanti Tim AYO! tidak dapat lagi memfasilitasi pelaksanaan kelas ini, teman-teman di SMK 32 dapat terus belajar mengenai kewirausahaan!

 

Saat ini tim AYO! sudah membuat kalender kegiatan AYO! untuk satu tahun ajaran dan sudah disetujui oleh pihak sekolah. Tunggu kabar selanjutnya, setelah ekskul kewirausahaan ini diresmikan oleh SMK 32!

Sesi Sabtu #8 & 9: AYO! Berkomunikasi!

Sabtu, 25 Oktober & 8 November 2008

“Duh, ternyata belajar berkomunikasi lebih susah dari belajar kewirausahaan!”

Begitu komentar yang dilontarkan oleh salah satu teman-teman AYO! ketika selesai mengikuti sesi pertama mengenai keterampilan berbicara di depan umum. Belajar berkomunikasi memang nggak gampang, oleh karena itu sesi pengenalan ini dilakukan dua kali berturut-turut oleh Tim AYO!

 

Pada intinya, komunikasi adalah proses menyampaikan pesan pada orang lain. Komunikasi bisa berlangsung satu arah, misalnya kalau sedang melakukan presentasi, atau dua arah seperti kalau sedang mengobrol dengan teman. Ukuran komunikasi yang baik sangat sederhana: yang penting pesan kamu dipahami dengan baik oleh penerimanya!

 

Jenis komunikasi yang dibahas adalah komunikasi satu arah, atau berbicara di depan umum. Pertama-tama, Tim AYO! mengenalkan model rumah komunikasi*. Gambarnya memang amburadul, tapi yang penting bisa dipahami oleh teman-teman AYO! :p

 

model-rumah-komunikasi

 

Selama ini kalau belajar bicara di depan umum, biasanya orang langsung membahas tips supaya nggak grogi atau gaya bicara. Padahal, bicara di depan umum ini sama saja lho dengan membangun rumah.

 

Kalau membangun rumah, hal yang pertama dibangun adalah fondasinya supaya rumah tersebut bisa berdiri dengan kokoh. Kemudian, kita memilih bahan-bahan kualitas terbaik untuk membangun rumah, seperti batu bata atau genteng. Terakhir, baru kita mendekorasi rumah, misalnya dengan mengecat pintu dengan warna hijau atau memilih gorden!

 

Hal ini juga berlaku untuk komunikasi. Pertama, kita harus belajar struktur bicara dulu supaya pesan kita bisa mudah dipahami orang lain. Kedua, kita harus memperkaya isi pembicaraan kita dengan penjelasan dan pembuktian yang meyakinkan. Ketiga, baru kita memikirkan gaya penyampaian supaya lebih persuasif untuk lawan bicara.

 

Sesuai dengan model tersebut, kita mulai dengan membiasakan diri dengan struktur bicara. Panduannya sederhana sekali: KNAPA SI?**

 

knapa-si

 

 

Klaim adalah satu kalimat yang merupakan pesan inti yang kita sampaikan. Penyampaian klaim diikuti oleh Nalar, penjelasan yang lebih panjang untuk menjabarkan alasan di balik klaim kita. Selanjutnya, kita perlu menyambung dengan PembuktiAn berupa fakta atau contoh yang mendukung klaim dan nalar tadi. Terakhir, karena sudah berbicara panjang lebar, kita perlu SImpulkan kembali pesan yang hendak kita sampaikan dalam klaim tadi. Nggak ribet kan?

 

Menurut teman-teman AYO!, teorinya nggak ribet tapi prakteknya susah banget karena harus mengubah kebiasaan dan cara bicara sehari-hari. Makanya kemudian Tim AYO! meminta teman-teman untuk bekerja kelompok menyusun pesan dengan model KNAPA SI?. Setelah kerja kelompok usai, ada satu perwakilan dari setiap kelompok yang maju untuk presentasi. Ada yang berbicara tentang kewirausahaan harus menjadi pelajaran wajib di SMK, ada juga yang berbicara tentang busway berhasil menjadi solusi mengatasi kemacetan, dll. Mereka mendapat masukan dari kelompok-kelompok lain, tentu dengan metode burger feedback (lihat Helpful Handouts #1 kalau lupa apa itu burger feedback).

 

Setelah dua sesi latihan dengan metode ini, kelihatan sekali bahwa teman-teman AYO! sudah mulai terbiasa berbicara atau beropini dengan model KNAPA SI?. Minggu depan sesi AYO! akan libur dulu karena ada teman-teman AYO! harus mengikuti kegiatan kesiswaan lain. Dua minggu lagi kita akan kembali membahas soal kewirausahaan, tapi bila waktu untuk sesi komunikasi sudah tiba lagi kita akan lanjut ke pembahasan isi dan gaya. Tunggu saja tanggal mainnya!

 

 

 

 

* Model rumah komunikasi diciptakan oleh Maesy Angelina (Oktober 2008)

** KNAPA SI? adalah terjemahan dari struktur AREL yang umum digunakan dalam debat parlementer internasional. Versi bahasa Indonesia dari AREL, yaitu KNAPA SI?, diciptakan oleh Rivandra Royono dan Sherria Ayuandini (Februari 2008).

Sesi Sabtu #7: Dari Ide Menjadi Peluang

.Sabtu, 25 Oktober 2008

Welcome back to the Saturday sessions!

Kali ini Tim AYO! mendapat seorang relawan, Ria Kurniawati. Ria adalah mahasiswi tingkat akhir fakultas Teknobiologi di Unika Atma Jaya Jakarta yang akan menjadi relawan untuk sesi-sesi komunikasi mendatang. Selamat bergabung dengan AYO! Ria! J

Sesi Sabtu kali ini membahas tentang peluang bisnis alias business opportunities. Ketika sebelum libur teman-teman sudah latihan menciptakan ide bisnis sebanyak-banyaknya, sekarang saatnya berlatih untuk menguji apakah ide itu juga peluang bisnis yang bagus.

Sebuah ide bisnis yang bagus belum tentu juga adalah peluang bisnis yang bagus! Nah, untuk cari tahu soal ini memang bukan hal yang mudah. Tim AYO! bersama teman-teman AYO! berdiskusi seru tentang bagaimana sih caranya untuk tahu ide bisnisnya punya peluang yang bagus atau tidak? Dalam sesi ini tim AYO! berbagi tentang beberapa tips bagaimana cara melakukannya!

Ciri-ciri ide yang juga merupakan peluang keren yang pertama adalah: adanya permintaan yang nyata ataupun potensial untuk nyata. Kalaupun idenya keren tapi yang mau atau potensial untuk mau beli tidak ada, itu tandanya ide itu bukan peluang bisnis yang bagus. Contohnya ide bikin bikin tas laptop lucu yang mau dijual di bazaar anak-anak SMK. Idenya unik dan baru, tapi ternyata anak-anak SMK rata-rata tidak pake Laptop. Wah, bakal sepi deh. Berjualan, misalnya, pernik-pernik yang lucu, mungkin memiliki peluang yang lebih bagus di bazaar SMK.

Yang kedua, Pengembalian investasi. Nah, setelah kita identifikasi ada tidaknya permintaan yang nyata kita mulai berpikir soal potensi baliknya modal. Kalaupun kita jualannya laris tapi modalnya ternyata tidak nutup, wah rugi bandar dong! Misalnya kita buka cafe jajanan pasar di mall dengan harga pasar dan bukan harga mall, bisa laris banget jualannya karena orang kota pada dasarnya masih banyak yang suka jajanan pasar. Apalagi harganya murah. Jualan sih habis terus karena permintaannya ada, tapi kalau itung-itungannya kurang teliti modal bisa tidak balik-balik karena kegedean. Gara-garanya, modal sewa tempat di mall gede banget.

Jadi, setelah diidentifikasi pasarnya, mesti dilihat juga potensi pengembalian modalnya.

Selain dua ciri-ciri diatas, didiskusikan juga ciri-ciri yang lain antara lain: analisa soal saingan (yang sekarang maupun dalam waktu dekat), ketersediaan sumber daya dan keterampilan, serta yang terakhir ada tidaknya Passion buat ngerjainnya. Semua ciri-ciri itu didiskusikan dengan seru dengan semua teman AYO! yang sekarang selalu aktif bertanya (Banyak yang bawelnya mulai keluar hehehe)

presentasi dan diskusi

Presentasi dan diskusi

Setelah berdiskusi, seperti biasa teman-teman AYO! diberikan tugas kelompok. Kali ini memikirkan sebuah Ide bisnis yang bisa dilakukan oleh kelompok mereka dalam waktu dekat ini dan membuat analisa peluang dari ide tersebut dengan menggunakan ciri-ciri yang sudah dibahas tadi. Tentunya, setelah diskusi teman-teman AYO! harus presentasi di depan semuanya. Seperti juga sesi sebelumnya, kali inipun proses presentasinya ramai. Semuanya sibuk bertanya ataupun menyanggah. Walaupun secara umum proses presentasinya baik dan teman-teman AYO! mengerti hal-hal dasar yang harus diperhatikan dalam menganalisa peluang, masih banyak sekali yang musti didalami agar analisa-analisanya jadi semakin tajam dan sudut pandangnya tambah luas. Misalnya soal hitung-hitungan biaya, penentuan target penjualan, dll. Pekerjaan rumah lagi! Ayo semangat!

Teman-teman AYO! juga diberikan PR kelompok lho untuk dipresentasikan tiga minggu lagi. PR nya adalah untuk mewawancarai seorang wirausahawan dan menggali darinya antara lain bagaimana ia muncul dengan ide bisnis itu, apa tantangan-tantangan yang dihadapinya, bagaimana mengatasinya, apa saran untuk wirausahawan pemula seperti kita-kita ini, dll.

Ingat ya, di sesi 8 november, teman-teman AYO! musti presentasi hasil wawancaranya.

Sampai ketemu minggu depan teman-teman!

Sekali lagi ah, ayo semangat!

Selamat Idul Fitri!

Tim AYO! mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan hari raya Idul Fitri bagi yang merayakan!

Bagi yang tidak merayakan atau yang tidak pulang kampung, Tim AYO! mengucapkan selamat libur dan menikmati hari-hari langka di mana Jakarta menjadi kota bebas macet!

Sesi Sabtu Libur Hinggal 18 Oktober 2008

Mengikuti jadwal libur Lebaran di SMK 32, Sesi Sabtu AYO! akan ikut libur dan baru akan kembali berjalan pada tanggal 18 Oktober 2008.

Teman-teman AYO! punya PR lho, yaitu menyiapkan yel-yel kelompok! Tim AYO! sendiri juga punya PR yang cukup banyak. Ada laporan sementara dan rencana sesi selama satu tahun untuk Ibu Elslie, Kepala Sekolah SMK 32, serta Direktorat Jenderal SMK di Departemen Pendidikan Nasional, juga penyempurnaan blog AYO!. Kita sama-sama kerjakan PR-nya ya!

Sesi Sabtu #6: Mencari Ide Bisnis

Sabtu, 20 September 2008

Peserta Sesi Sabtu kali ini mencapai 50 orang! Ini membuat tim AYO! benar-benar bersemangat untuk memulai sesi. Sesi hari ini ditujukan khusus untuk membiasakan teman-teman mencari ide bisnis. Hal ini juga ditujukan untuk menjawab tantangan terbesar yang sering dirasakan teman-teman dalam memulai bisnis: kesulitan mencari ide.

Intinya, ide bisnis adalah pemecahan dari masalah-masalah yang ada di sekitar. Banyak sekali masalah yang timbul di sekitar yang sebenarnya bisa diubah menjadi peluang bisnis. Saat berdiskusi, teman-teman AYO! mampu menyebutkan berbagai sumber munculnya ide bisnis. Mulai dari hobi/minat, keterampilan/pengalaman, media massa, pameran wirausaha, survey, hingga keluhan orang-orang di sekitar. Setelah sumber-sumber ide dibahas secara lebih mendalam, sebagai latihan awal setiap kelompok diminta mencari ide bisnis sebanyak-banyaknya. Hanya dalam waktu 10 menit, ada kelompok yang bisa muncul dengan 22 ide! Sesi kreativitas di pertemuan sabtu ke-4 cukup membantu teman-teman AYO! untuk bisa berpikir seliar-liarnya. Nah, tidak sesusah itu kan mencari ide?

Tugas selanjutnya lebih menantang. Setiap kelompok diminta untuk memilih tiga ide terbaik dan mempresentasikan ide tersebut beserta alasan dan proses pemilihanmya di depan kelas. Kemudian, teman-teman di kelompok lain atau dewan juri yang terdiri dari Pak Yana, pembina OSIS, dan dua siswa lainnya dipersilakan untuk mengajukan pertanyaan.

Proses bertanyanya seru lho! Pada umumnya, teman-teman mempertanyakan apakah ide yang diajukan realistis atau apakah itu cukup inovatif. Ada empat pertanyaan yang sering muncul:

  1. Apakah keunikan atau nilai tambah barang atau jasa yang ditawarkan?
  2. Apakah konsumen membutuhkan barang atau jasa tersebut? Bagaimana cara menarik konsumen?
  3. Seperti apa perencanaan keuangannya (modal, investor, perkiraan untung-rugi)?
  4. Siapa yang akan menjadi supplier/pemasok dan bagaimana sistem kerjanya?

Wah, pertanyaan-pertanyaan ini memang sulit dijawab dalam kerja kelompok yang hanya 20 menit. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul menunjukkan bahwa ada banyak sekali hal yang perlu dipertimbangkan sebelum akhirnya memilih ide untuk dijalankan. Hal ini tentunya akan dibahas lebih mendalam di Sesi-Sesi Sabtu berikutnya!

Aktif bertanya

Aktif bertanya

Pada akhirnya, dewan juri memilih dua pemenang berdasarkan keunikan ide dan presentasinya. Pemenang pertama adalah kelompok yang mempunyai ide untuk mengemas laptop dalam bentuk-bentuk baru. Selama ini laptop hanya berbentuk persegi panjang, pasti akan lebih seru dan menarik bila ada berbagai bentuk, misalnya bulat atau zig zag. Kelompok lain juga sangat kreatif dalam menawarkan idenya walaupun waktu diskusinya cukup singkat, misalnya ada yang hendak membuka toko aksesoris unik yang digabung dengan kafe remaja, ada pula yang menawarkan distro kreatif, dan lain-lain.

Untuk Tim AYO! sendiri, sebetulnya semua kelompok tampil dengan memuaskan hari ini. Dari yang awalnya malu-malu dan susah sekali untuk bicara di depan umum, teman-teman AYO! sekarang aktif mengajukan pertanyaan ke kelompok lain dan tampil percaya diri ketika melakukan presentasi. Yang awalnya kebingungan dan buntu mencari ide, sekarang sudah terlatih untuk menemukan ide.

Di akhir sesi, teman-teman AYO! diajak untuk mengingat bahwa ide bisnis, walaupun merupakan prasyarat, masih harus dikembangkan dengan memperhatikan faktor-faktor lain sebelum diputuskan untuk benar-benar dijalankan. Misalnya, apakah ide yang baik juga merupakan peluang bisnis yang baik? Sumber-sumber daya apa yang diperlukan untuk menjamin suksesnya pelaksanaan ide tersebut? Pengembangan ini akan banyak dibahas di sesi-sesi berikutnya.

Tim AYO! jadi tidak sabar untuk melanjutkan ke sesi berikutnya! :)

Helpful Handouts#2 : Burger Feedback

Apa?

Feedback, atau umpan balik dalam Bahasa Indonesia, adalah tanggapan membangun yang diberikan terhadap seseorang, baik untuk hasil kerjanya, pendapatnya, atau terkadang perilakunya. Burger feedback adalah metode untuk memberikan feedback.

Bagaimana?

Burger terdiri dari tiga lapis. Roti di bawah, daging dan sayur di tengah, dan roti lagi di atas. Feedback pun diberikan dengan cara dan urutan yang sama. Roti dalam hal ini adalah hal positif sedangkan sayur dan daging atau isi burger adalah kritik membangun. Jadi, feedback diawali dengan mengomentari hal positif dari orang tersebut, dilanjutkan dengan kritik membangun atau hal-hal yang dapat diperbaiki, dan diakhiri dengan hal positif lain.

Mengapa?

Setiap orang memang harus bisa menerima kritik, namun semua pemberi kritik pun bertanggungjawab untuk menyampaikannya dengan cara yang memberi semangat. Ingat, setiap orang mencurahkan tenaga dan kerja keras untuk bisa berpendapat atau menghasilkan sesuatu dan hal ini harus dihargai oleh kita. Lagipula, kita sendiri juga pasti akan lebih senang menerima kritik yang disampaikan dengan cara ini!

*Burger Feedback dibahas pada Sesi Sabtu #6 tanggal 20 September 2008.

Sesi Sabtu #5: Kilas Balik dan Melihat ke Depan

Sabtu, 13 September 2008

Dikarenakan ada beberapa teman AYO! yang berhalangan untuk secara konsisten hadir di beberapa sesi sebelumnya, sesi sabtu kali ini diisi dengan melihat kembali apa-apa yang terjadi di sesi-sesi sebelumnya. Sesi dimulai dengan diskusi dan kilas balik hal-hal berguna yang disampaikan Pandji, cerita Elang Gumilang yang inspirational, hebohnya penjualan sisir untuk biksu Shaolin, dan lain lain.

Selain itu, setelah berbagai masukan diberikan oleh teman-teman AYO!, tim AYO! mempresentasikan dengan lebih detail apa-apa yang akan menjadi fokus dari AYO! project di SMK 32 ini ke depannya. Disampaikan di sini, kewirausahaan dan komunikasi akan menjadi fokus utama kegiatan yang disertai pula dengan information sharing mengenai kesempatan-kesempatan yang berguna bagi teman-teman AYO! untuk mengembangkan dirinya, misalnya, beasiswa, lomba, kompetisi dan acara-acara lain untuk anak muda. Dalam sesi kali ini juga dilakukan pengorganisasian teman-teman AYO! yaitu dengan pembentukan kelompok-kelompok tetap kewirausahaan serta penunjukan kordinator-koordinator kelas AYO! project.

Selain hal-hal serius, seperti biasa kali inipun ada permainan seru. Karena kali ini pertemuannya juga bersifat refreshing, permainannya pun yang penting heboh. Maka kita bermain charade, Itu lho, permainan di mana satu orang memperagakan gaya tanpa kata-kata dan yang lain mencoba menebak apa yang dimaksud. Teman-teman AYO! pun heboh dan cukup bersenang-senang. Pemenang permainan ini mendapatkan hadiah DVD The Freedom Writers.

The Freedom Writers

The Freedom Writers

Cerita tentang Erin Gruwell, seorang guru yang sungguh menakjubkan dan begitu inspirasional, yang membawa murid-muridnya dari remaja yang suram menjadi remaja penuh semangat dan termotivasi.

Setelah empat pertemuan dilakukan dalam AYO! project, sesi hari ini intinya berisikan kilas balik serta pengorganisasian yang diharapkan bisa menghasilkan sesi-sesi ke depan yang lebih efektif dan, tentunya, lebih heboh lagi!

Wish us luck, guys!


Helpful Handouts #1: Brainstorming

Apa?

Brainstorming atau curah pendapat adalah metode untuk mencari ide sebanyak-banyaknya dalam sebuah kelompok.

Bagaimana?

  1. Setiap orang menuliskan semua ide yang terpikir di kepalanya secara terpisah.
  2. Tidak perlu membatasi ide – segila apa pun ditulis saja!
  3. Setiap orang dilarang mengomentari atau menilai ide orang lain.
  4. Lakukan dalam waktu terbatas, misalnya lima menit.

Di akhir waktu yang ditetapkan, akan ada banyak ide yang terkumpul. Diskusi berikutnya akan membahas ide-ide tersebut dan memilih ide yang terbaik.

Mengapa?

- Brainstorming cocok dipakai untuk mengatasi kebuntuan yang sering dirasakan ketika diskusi bersama untuk mencari ide.

- Teknik ini juga bisa membuat orang yang malu-malu dalam mengutarakan pendapat lebih nyaman untuk berpikir dan berbagi ide karena tidak langsung dinilai baik atau buruk.

*Brainstorming dibahas pada Sesi Sabtu #4 tanggal 6 September 2008 dan Sesi Sabtu #6 tanggal 20 September 2008.

Sesi Sabtu #4: Menjadi Biro Iklan

Sabtu, 6 September 2008

Hari ini, Tim AYO! berperan sebagai pengusaha yang mencari jasa biro periklanan dan teman-teman AYO! dibagi ke dua kelompok yang akan menjadi biro iklan yang bersangkutan. Produk yang ingin dipasarkan sendiri tidak aneh, hanya sisir dan pembalut. Yang istimewa adalah sasaran penjualannya. Pengusaha ini ingin menjual sisir ke pendeta shaolin dan pembalut ke laki-laki!

Awalnya, teman-teman AYO! bingung bagaimana mencari ide untuk tugas aneh ini. Akhirnya, Najib memberi tips untuk melakukan brainstorming atau curah pendapat. Caranya, setiap anggota kelompok menulis semua ide yang terlewat di otak mereka tanpa sensor sama sekali selama lima menit. Ide seliar apa pun diterima tanpa komentar yang lain. Sesudah selesai, baru kemudian ide-ide ini dibahas dan dipilih yang terbaik. Sepertinya tips ini berhasil, karena gerutu-gerutu frustrasi yang terdengar di awal beralih menjadi obrolan seru.

Kedua biro iklan kemudian memperagakan hasil kerjanya. Biro A memutuskan untuk sedikit memodifikasi sisir agar dapat memperlambat tumbuhnya rambut dan mempromosikannya ke biksu-biksu shaolin secara door-to-door alias berkunjung dari kuil ke kuil, karena biksu umumnya jarang sekali nonton TV, baca majalah, atau dengar radio. Good thinking, guys!

Teman-teman di Biro B menunjukkan bakat aktingnya dengan memperagakan iklan TV yang memasarkan pembalut kepada laki-laki sebagai penyerap berdaya serap tinggi serba guna: untuk luka, layar laptop, sampai tumpahan minuman di lantai! Tentunya, pembalut itu dikemas ulang dengan kemasan yang lebih netral sehingga konsumen tidak malu menggunakannya. Ketika ditanya, teman-teman laki-laki yang hadir bilang mereka cukup tertarik membeli produk ini kalau ada di pasaran. Artinya, teman-teman di Biro B sukses!

Ada dua hal yang ingin disampaikan Tim AYO! dari latihan ini. Pertama, benda biasa yang sudah ada sehari-hari bisa jadi peluang bisnis menarik bila diletakkan dalam konteks atau sasaran pasar yang berbeda (tapi mungkin tidak seekstrim contoh yang digunakan ya…). Kedua, jadi kreatif tidak sesulit itu kok! Asal mau berpikir keras dan tahu teknik brainstorming, hal yang dirasa tidak mungkin pun bisa jadi mungkin.